Titrasi Asam Basa

 


Komentar

  1. Dari video tersebut dijelaskan bahwa dalam proses titrasi dilakukan dengan perlahan, titran diteteskan setetes demi setetes kedalam larutan sampel yang harus disertai pengocokan agar reaksi dapat optimal hingga mencapai titik ekuivalen.
    Bagaimana pengaruh nya jika proses titrasi tersebut tidak dilakukan dengan meneteskan titran secara perlahan kedalam larutan sampel? Dan bagaimana caranya kita mengetahui bahwa sudah mencapai titik ekuivalen?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Titran diteteskan secara perlahan yaitu untuk mengurangi terjadinya kegagalan pada saat proses titrasi tersebut, supaya tidak keliru berapa volume titran yang terpakai dan warna yang dihasikan nantinya tidak sesuai yang di harapkan.
      Cara untuk menentukan titik ekuivalen pada proses titrasi adalah dengan mengamati perubahan warna pada larutan titrat berdasarkan jenis indikator yang digunakan. 

      Hapus
  2. Disebutkan pada video bahwa pada titrat ditambahkan dengan 1-2 tetes indikator kimia. Bagaimana cara pemilihan indikator kimia yang sesuai dengan titrasi asam basa pada suatu sampel obat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi, cara memilih indikator yang tepat untuk titrasi adalah dengan memilih indikator yang mempunyai trayek perubahan pH pada sekitar titik ekuivalen, juga pula memiliki perubahan warna yang signifikan.
      Contoh: Asam Mefenamat menggunakan NaOH sebagai pentiter dan fenolftalein sebagai indikator

      Hapus

Posting Komentar